Tradisi Randai Kumayang Bagoyang Masyarakat Benai Kabupaten Kuantan Singingi, Riau

Authors

  • Dela Puspita* Universitas Riau
  • Nopitasari Sulispala Universitas Riau
  • Ruth Maret Tasya Raja Gukguk Universitas Riau
  • Hendri Marhadi Universitas Riau
  • Mahmud Alpusari Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.57216/pah.v22i1.28

Keywords:

Tradisi Randai Kumayang Bagoyang, Budaya Melayu, Teater Rakyat, Pelestarian Budaya, Kuantan Singingi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tradisi Randai Kumayang Bagoyang sebagai salah satu seni pertunjukan khas masyarakat Melayu di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Fokus kajian meliputi sejarah perkembangan, struktur pertunjukan, nilai-nilai budaya yang terkandung, serta tantangan dan peluang pelestariannya di tengah arus modernisasi. Tradisi Randai tidak hanya berperan sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan moral, pembentukan karakter, dan pelestarian budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tokoh tradisi lokal dan dokumentasi literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Randai Kumayang Bagoyang merupakan bentuk teater rakyat yang memadukan unsur musik, tari, silat, dan drama dalam format pertunjukan melingkar, yang mencerminkan nilai kebersamaan. Meskipun menghadapi tantangan dari budaya populer dan minimnya dukungan pemerintah, tradisi ini tetap hidup melalui inisiatif komunitas dan dapat menjadi potensi pendidikan budaya serta aset wisata daerah apabila dikelola secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Auli, M., & ‘ Assa’ad, A. H. (2021). Makna Tradisi Larangan Menikah Antar Desa Adumanis Dan Desa Betung Kabupaten Oku Timur. Jurnal Komunikasi Dan Budaya, 1(2), 65–75. https://doi.org/10.54895

Elmustian, E., Marsha, V. J., Elisia, E., & Fitri, N. A. (2024). Eksplorasi Warisan Budaya Melayu : Seni , Kuliner , dan Festival yang Menyatu di Masyarakat. Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Ilmu Pendidikan, 3, 286–298. https://doi.org/10.58192

Erawati, Y., Once, I. S., & Syafriani. (2022). Nilai Keindahan Randai “Senandung Duo Nagori” (Randai Batino) Di Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Jurnal KOBA, 9(1), 8–13. https://doi.org/10.25299

Hilmi, R. Z., Hurriyati, R., & Lisnawati. (2018). Kebudayaan Bali Dan Agama Hindu. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(2), 91–102.

Jadidah, I. T., Alfarizi, M. R., Liza, L. L., Sapitri, W., & Khairunnisa, N. (2023). Analisis Pengaruh Arus Globalisasi Terhadap Budaya Lokal (Indonesia). Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 3(2), 40–47. https://doi.org/10.47200/aossagcj.v3i2.2136

Puswanto, A., Sriwulan, W., & Martarosa, M. (2020). Studi Analisis: Konsep Musikal Randai Kuantan Di Teluk Kuantan-Riau Melalui Teori Semiologi Musik. Melayu Arts and Performance Journal, 2(2), 259. https://doi.org/10.26887/mapj.v2i2.695

Putri, T. D., Syaras, D., & Fatimatuzzuriyah. (2023). Peran Musik Melayu dalam Komunikasi Budaya: Analisis Musik Internal dan Eksternal dalam Kesenian Randai Kuantan. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(5), 3930–3940.

Sari, D. K. (2018). The Influence of Socio-Cultural Changes to the Form of Randai Kuantan Art in Kuantan Singingi Riau The purpose of this research is to analyze the influence of social science used is Sociology for explaining the factors which influenced by 2 ( two ) factor. Catharsis, 7(1), 87–93.

Sendang, L. (2021). Pesan Moral Dalam Lirik Lagu Pada Randai Kuantan. Jurnal Berasa (Beranda Sastra), 1(2), 50–59.

Trirahmayati, T. (2025). Tata Cara Hidup Orang Melayu Riau: Warisan Budaya Yang Lestari. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 2, 376–384. https://doi.org/10.62567

Wedayanti, M. D. (2019). Randai Art As Local Wisdom In Creating Local Tourism Innovation In Kuantan Singingi Regency. Iapa Proceedings Conference, 27. https://doi.org/10.30589/proceedings.2018.178

Yuliana, Sapiin, & Qodri, M. S. (2024). Bentuk Dan Fungsi Jejampi Sasak Dalam Masyarakat Dusun Peresak Di Desa Tetebatu Lombok Timur: Kajian Folklor. Jurnal Lisdaya, 20(1), 20–45.

Downloads

Published

2026-04-01

How to Cite

Puspita, D., Sulispala, N., Gukguk, R. M. T. R., Marhadi, H., & Alpusari, M. (2026). Tradisi Randai Kumayang Bagoyang Masyarakat Benai Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya, 22(1), 25–32. https://doi.org/10.57216/pah.v22i1.28

Issue

Section

Articles